INTO THE VOID

- "KASIHILAH SESAMA MU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI"
+ wah, udah gak relevan itu omongan.
- ga relevan gimana? itu sumbernya bukan sembarangan itu
+ lha, "mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri" itu kan artinya menjadikan orang lain sbg cerminan mu. "You shall love your neighbor as yourself." berarti sama seperti kita selalu memikirkan apa yang baik buat dirimu, kita harus juga selalu memikirkan yang baik buat orang2 di sekitar kita.
- itu gw mah ngerti. Tapi ga relevannya sekarang itu dimana?
+ gini, sekarangkan jamannya semua serba "kompetisi", "to each his own", "every one man for him self", "siapa cepat dia dapat", "kesempatan tidak datang dua kali" dll, dsb. Lingkungan dan keadaan sekitar mengharuskan kita berbuat sesuai "norma2" yang sekarang ada itu, bila kita ingin mendapatkan apa yang kita inginkan. "KASIHILAH SESAMA MU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI" mewajibkan kita untuk selalu mendahulukan orang lain, dirimu kemudian. Bila kita memandang sesama sebagai kompetitor, bagaimana kita bisa melihat dia sebagai "sesama kita"? bila kita sudah beranggapan "wajar bila ada orang yang kalah dalam perjuangan hidup" dan dengan demikian "orang lain dan kebaikan mereka bukanlah tanggung jawab saya", dan "keberhasilan saya adalah hasil jerih payah saya sendiri, biar orang lain berjerih payah sendiri juga kalau mereka mau berhasil" bagaimana mungkin kita mampu melihat mereka sebagai "diri kita yang lain"? Intinya, ucapan diatas itu sekarang tidak lah relevan dan tidak realistis .
- tidak realistis?
+ ‘tul. Tidak realistis. karena orang yang hari gini masih merenungkan kalimat itu dan menganggap
kalimat itu sebagai "amanat agung" yang musti di wujudkan dalam
kelakuan sehari-hari bakal digilas oleh jaman. Dan bila memang realistis, maka yang mengucapkan kalimat diatas dulu tidak akan pernah di salibkan oleh orang banyak
- kalau begitu, apa yang realistis dan relevan sekarang ini?
+ Ngopi.
- Ngopi?
+ Tul. Ngopi. Relevan dan realistis sepanjang masa, hingga akhir jaman. Amen

Leave a Reply