COGITO ERGO SUM
+ aku pengen sekolah, mak
- hus, nak, gembel macam kamu itu tidak punya hak untuk sekolah, nak, sekolah itu hanya untuk mereka-mereka yang mampu bayar, nak
+ tapi, mak, kata orang-orang sekolah itu perlu, mak. Katanya orang bisa punya kemungkinan lebih besar untuk hidup lebih baik kalau dapat pendidikan, mak
- betul, nak. pendidikan itu tidak hanya bisa mengantar mu ke masa depan yang mendingan. pendidikan juga membuat mu bisa berpikir, memberimu pengetahuan-pengetahuan dan perangkat-perangkat berpikir yang bisa mengantarmu kepada pengenalan siapa dirimu, nak. COGITO ERGO SUM, nak. pendidikan juga membuat mu beradab, nak. jadi terbiasa menggunakan nalar yang berkualitas. tidak seperti kita sekarang, cuma mengandalkan insting seperti kera yang langsung memanjat pohon kalau lapar atau seperti dubuk yang jadi berani mengeroyok singa karena lapar.
+ makanya mak, aku mau sekolah. aku mau bisa punya nalar yang berkualitas . aku tidak mau terus jadi seperti kera atau dubuk. aku mau beradab.
- emak sudah bilang, lihat siapa dirimu, nak. kamu cuma gembel. kamu itu cuma asesoris jalanan, seperti halnya lampu lalulintas atau zebra cross atau pintu penyeberangan kereta api. pendidikan untuk mu itu seperti bulan untuk kecoak.
+ tapi, mak…
- sudah lah nak, terima saja nasib mu. COGITO ERGO SUM, nak. kamu ada karena kamu bisa berpikir. kamu baru bisa bisa berpikir kalau kamu sudah terima pendidikan. tapi kamu tidak bisa berpendidikan karena kamu cuma gembel kolong jembatan, karena itu kamu tidak bisa berpikir. jadi, COGITO ERGO SUM, nak. karena kamu tidak bisa berpikir berarti kamu tidak ada, nak. tidak exist.
November 15th, 2007 at 3:51 am
Hai Bless, tertarik nih baca Cogito Ergo Sum…kamu berpikir maka kamu ada,ilustrasinya menarik banget.
June 16th, 2008 at 4:11 am
Yah.. Sometimes we fight, sometimes we won. Sometimes we fight, sometimes we lose too. and even we die.
But…
Theres more than that guess…
Faith.