
+ : ini dulu sempet di takutin bro
- : iya, disini di anggep najis. Dulu sempet mungkin puluhan ribu nyawa melayang disini, gara2 logo sialan itu
+ : tapi jangan salah, dibalik logo ini dulu tersimpan harapan2 dari
kaum susah, logo ini sempet mewakili dan memberi semangat bagi kaum
lemah yang merasa dirinya tertindas, buat merubah nasib.
- : tapi prinsip2 dasar, konsep2 dan praktek2 yang dianut orang2 yg
dulu bernaung di bawah simbol itu terlalu ekstrim, sulit buat bisa
diterima akal sehat. Revolusi, bahwa untuk perbaikan rumah harus di
bongkar sampai ke pondasi2 nya, itu kan ga bener.
+ : tapi lepas dari ekstrim atau tidak, waktu simbol ini masih jaya,
orang2 miskin dan tertindas dulu masih punya tempat untuk menaruh
harapan. Simbol itu dulu dibuat untuk mewakili perjuangan yg
berlandaskan keyakinan bahwa sebenarnya semua orang itu sederajat.
Penindasan orang lain oleh orang lain itu tidak bisa dibenarkan. Simbol
itu lahir sebagai bentuk perlawanan atas ketidakadilan. Disini, dibikin
anggapan bahwa simbol itu mewakili setan. Sekarang setelah simbol itu
sudah tidak beredar lagi, coba lu liat sekeliling lu. Buat orang2 susah
yg tidur dan beranak pinak di pinggir2 tempat penampungan sampah dan di
gerobak2 yg siangnya mereka pake buat nampung sampah dan rongsokan2.
Kepada siapa lagi mereka bisa berharap?
- : Tuhan?
+ : Bah, orang2 yang ngaku deket sama Tuhan pun sekarang lebih suka
mikirin perutnya sendiri2. Yang agamais dan yang kapitalis, yang
kerjanya tiap hari cuma ngeruk duit kagak mikirin orang lain ada yang
masih cari makan di comberan, udah susah dipisahin. Amin-amin di depan
TV, tapi kelar itu kerjanya ngitungin saldo rekening di bank.
+ : jadi lo mau simbol itu keluyuran lagi di jalan2?