Archive for June, 2006

Roots of all evil

Thursday, June 22nd, 2006

- : uang
+ : salah, uang mah benda mati. Ga bisa ngapa2 in.
- : hmmm, power?
+ : masih salah. kekuasaan juga cuma subject.
- : Napsu?
+ : wah, itu malah elemen yang sengaja di adain supaya manusia bisa tetep ada dan berkembang. Mengingat yg namanya napsu itu bukannya tidak bisa di subject kan juga, gw bilang bukan itu.
- : ini nih, iblis !! pasti !!
+ : hehe, yang di kenal sbg iblis itu kan role nya cuma memprovokasi. Pilihan akhir ttg tindakan mah bukan di tangan dia.
- : apa dong?
+ : ya manusia nya lah. Yang punya kekuatan untuk memilih. Yang lain2 itu cuma jadi kambing hitam doang.

DARE

Wednesday, June 21st, 2006

- : heran, pacaran udah lama kok masih gak cocok2 juga.
+ : hehe, itu mah salah setelan nya, mungkin.
- : maksud?
+ : coba lo ganti setelan lo. Lo jangan apply demand ke partner lo trus. Jangan tuntut dia bisa jadi apa yang lo mau. Potensi orang itu kan laen2. Cara2 partner lo mengejawantahkan cinta nya ke elo juga jangan lo arahin trus. lo musti lebih objektif, biarin aja parter lo jadi apa jadi yang dia mau, toh dia gak bakalan jadi preman ato ganti kelamin. Biar aja dia implementasi  apa yg dia rasa sbg cinta dia ke elo pake cara2 dia. bisa jadi buat lo cara2 nya dia itu keliatan agak ke-kanak2-an ato, yg paling ekstrim, kampungan. yang penting itu bener keluar dari hati. Jangan langsung bereaksi kalo ada yang lo liat gak cocok sama lo. Selama itu kagak ada harm nya, masih sesuai ama tempat dan kondisi, biarin aja.
- : trus dijamin langsung bakal cocok?
+ : ya lo jadi dapet tambahan masukan, sebenernya partner lo itu gimana. itu lumayan. mencintai itu tidak mengekang dan memanipulasi, bro, tapi memberi kebebasan bagi yang lo cintai itu untuk tumbuh dan berkembang  apa adanya.  inget, partner lo itu bukan milik lo, tapi beliau adalah orang yang karena dorongan hatinya  menyediakan dirinya untuk lo miliki.
- : kalo ujung2 nya, gara2 dibebasin malah gw yg apes di tinggal kabur, gimana?
+ : ya nasib lo itu.
- : heeeeee…
+ : minimal, lo udah mengaplikasikan penghargaan atas Hak Asasi Manusia selama lo pacaran kan?

The way of the future

Friday, June 16th, 2006

- : Gandhi, Lincoln, washington, Martin Luther king JR., Ki Hajar Dewantara, Dr Sutomo …
+ : wah, dah lewat jaman nya mereka2 itu. Sekarang bukan lagi jamannya orang muter otak mikiri orang banyak. Sekarang adalah jamannya mikiri gimana dapet untung banyak.
- : trus, jaman nya siapa dong sekarang?
+ : Bill Gates, Donald Trump, Bob Sadino, Sudono Salim dst dst..

As good as you get

Friday, June 16th, 2006

- : kok bisa2 nya ya
+ : Ah, dunia kan isinya manusia2 yang berjuang demi kepentingan masing2. sebagian malah terlalu kenceng di kendarai kepentingan, sampe bisa melakukan yang baik, tapi dgn intention yang ga bener. makanya, ati2. Gw yakin lo pasti ga bisa cepet bedain, mana kebaikan yang bener dan yang ga bener. Orang baek itu belom tentu bener.
+ : trus?
- : apaan?
+ : gw lagi nunggu lo bilang "dan orang bener, blom tentu baek"
- : hehe, gak berani gw

There’s no other way

Friday, June 16th, 2006

+ : ..in short, jgn terlalu fanatik sama ide2 lo sendiri dan se-mena2 menilai segala sesuatu disekitar lo berdasarkan standar2 yang lo punya. Yang ada di kepala lo sekarang belom tentu bener.
- : sok tau amat lo
+ : mau bukti?
- : mana?
+ : lo tunggu aja 2,3 taun lagi. Ntar juga lo brasa sendiri.

Train of Consequences

Friday, June 16th, 2006

- : Kecewa lagi bro?
+ : biasa
- : lesson # sekian, never count too much on persons other than your self. Others have much more important things in their list of priorities before you. Rely on yourself instead. Once you put more trust and believe in yourself, you will not let you down.

True Love

Thursday, June 8th, 2006

- : Menurut lo, lebih gampang siapa dalam menemukan cinta…
+ : Cieeee, "menemukan cinta", merinding gw denger nya
- : Srius ni, siapa lebih mudah menemukan cinta yang bener2 cinta, orang susah ato orang gampang?
+ : Jelas orang susah
- : Alesan ilmiah nya?
+ : Ini yang ampe sekarang gw masih binun. Orang2 susah kayaknya lebih mampu menganggap pasangan sbg "harta yang paling berharga di dunia". Benar2 dijadikan sandaran hati. Setelah seharian membanting tulang, pulang ke rumah, dimana sang pasangan berada, adalah mungkin satu2 nya sumber ketenangan batin. Masing2 sadar betul, bahwa yang satu adalah sandaran hidup bagi yang lain, material maupun spiritual, sumber kekuatan dan ketenangan dalam menghadapi kehidupan yang sulit untuk dijalani. Masing2 juga lebih "sadar diri" dalam menilai pasangannya, tidak menuntut terlalu banyak. Hubungan mereka jadi lebih indah, walau kehidupan mereka sehari2 tidak lah indah.
- : kalo orang gampang?
+ : Orang2 gampang itu aneh. Hati mereka kayak nya terlalu mudah di alihkan dan beralih. Entah kenapa. Mungkin kegampangan2 yang tiap hari didapat, membuat mereka terlalu biasa melihat keindahan yang kelihatan, tapi tidak menyadari kalau yang tidak kelihatan itu jauh lebih menyenangkan.
- : hehe, yang tidak keliatan, kayak dibalik daster, gitu?

-kagak dapet judul-

Thursday, June 8th, 2006

+ : weh, ada temuan baru bro
- : apa tuh?
+ : tempo hari di citos, ada mami muda bilang ke anak nya yang masih kecil2 "jangan duduk disitu, kamu itu kayak pemulung, tau gak??!!"
- : ah, itu mah biasa coi, banyak
+ : kagak tau tuh ibu, selama masih ada pemulung, dia juga punya kans untuk jadi pemulung. Trus yang namanya pemulung2 itu pastinya lebih kuat dari pada itu mami.
- :kuatnya?
+: Lo kuat gak, bertahun2 hidup susah di pinggir jalan dengan masa depan penuh kepastian? itu perlu mental baja bung !!!

Easy come, easy go

Thursday, June 8th, 2006

-: buat nemuin orang yang lo suka,yang senyum nya lo bawa2 tidur ampir tiap malem,  paling gampang sedunia.
+: trus?
-: nemuin orang, to whom you can compeletely trust the handling and caring of your heart, itu  setengah mati.

Full circle

Thursday, June 1st, 2006

-: history repeats it self.
+: sering kali
- : kenapa ya?
+: ya, karena "adanya" manusia. Bawaan manusia sendiri.
-: lho, harusnya seiring kemajuan, pendidikan, science,  tehnologi dsb2, harusnya kan yang lain2 ikut maju
+: kenyataannya gak tuh. Masalah2 yang dulu pernah ada, sekarang timbul lagi, dalam mode dan skala yang berbeda seiring perkembangan yang lain2 itu. Tapi substansi nya sama. Penyebabnya ya itu2 juga. Kurang sensitip sama orang lain.
-: kenapa ya?
+: mungkin begini, manusia itu terbatas. Untuk hal2 yang sifatnya kognitif, pengetahuan, isi kepala,  bisa diwariskan via sekolah, buku2 atau media transfer lainnya. Itu kenapa tehnologi bisa berkembang. Karena kita, sbg komunitas, tidak harus memulai dari nol. Tapi untuk yang affektif, nilai2 yg ditanamkan sbg hasil "penalaran mental", misalnya "menghargai orang lain", itu tidak bisa di wariskan lewat komunitas. Masing2 individu harus mulai dari Nol. Harus melalui proses pembelajaran dari awal  dan melalui perenungan2 dulu baru bisa terjadi penanaman nilai2 dalam dirinya.  Anak kecil harus diajari untuk menghormati orang lain, lewat perbuatan, tapi hanya sebatas mereka meniru dan mematuhi perintah dari orang yg lebih tua. Untuk akhirnya bisa memahami sendiri dalam hati bahwa individu2 lain adalah memang layak untuk dihormati, itu perlu waktu amat lama. Dan masing2 orang tidak melalui proses pembelajaran yang sama atau menanamkan nilai2 yang sama sbg  hasil dari pembelajaran masing2, karena manusia itu dipengaruhi lingkungan. Jadinya nilai2 yang akhirnya tertanam dalam diri masing2 orang itu berbeda.  Seseorang bisa tahu kalau orang lain itu harus dihargai, tapi belum tentu dia paham bahwa semua orang lain itu selayaknya di hargai. Yang lebih parah, bisa seseorang baru mau menghargai orang lain, bila ada something in return buat dia.
-: Jadinya, yang timbul sekarang2 ini sebenarnya adalah "penyakit" lama, tapi gaya baru?
+: Gw harap begitu. mungkin karena itu tadi, karena perkembangan aspek manusia yang kognitif, itu jauh lebih cepat dari yang affektif,  otak lebih mudah "di ajar" dari pada hati dan perasaan, jadinya lebih mudah bagi manusia untuk mengembangkan alat komunikasi paling baru dari pada mengembangkan kebersamaan via komunikasi. Dari segi tehnologi, misalnya, manusia tambah maju, tapi dari segi mental, malah jalan ditempat. Banyak kasus malah menunjukkan kemunduran di banding dgn yang pernah dicapai pendahulu2 kita.