Archive for May, 2006

Walk this way

Friday, May 19th, 2006

+ : Hidup ini aneh ya
- : baru tau?
+ : Kebanyakan dari kita tidak tau apakah yang kita pahami sebagai kebenaran itu memang "benar2 benar", tapi toh itu tidak menghalangi kita dari untuk bisa hidup sebagai manusia baik2.
- : Itu dia, the wonder of life. Di dunia, alam,  yang tiap2 elemennya bekerja  berdasarkan hukum2 nya sendiri, manusia tidak dituntut untuk mengetahui apa yang benar untuk bisa jadi sebagai manusia yang lo bilang baik2 itu. Bahkan bila lo berdiri diatas landasan yang yang kebenarannya artificial sekalipun, yang lo yakini adalah benar padahal ternyata tidak, bila didalamnya masih ada unsur yang menekankan untuk ber baik2 dengan orang lain, lo masih bisa hidup sebagai manusia baik2, jadinya yang penting itu bukan apa yang lo percaya, tapi apa yang lo berlakukan. Sepertinya manusia itu sedikit diberi keleluasaan, dalam hal yang satu itu, untuk tidak perlu mengetahui yang absolut, mutlak benar, untuk bisa "menjalankan fungsi" nya dalam kehidupan ini. Ada yang memberikan toleransi kepada manusia, jauh lebih besar, dari pada kepada bagian2 lain dari alam ini.
+ : siapa tuh, yang kasih?
- : menurut lo siapa? Tapi sayang bro.
+ : ape?
- : manusia yang di kasih toleransi lebih dan keleluasaan itu, senangnya ber-mutlak2 an sama teman2 nya. Jadinya pada berantem sendiri.
+ : iya ya. Padahal ada lho, unsur alam yang bisa membuat manusia jadi lebih santai dan tidak mutlak2 an.
- : apa tuh?
+ : kopi.

Times like these

Friday, May 19th, 2006

- : makin hari hidup makin sulit  bro
+ : couldn’t agree more. Dan makin egois masing2 orang, makin sulit lah kita hidup

Looking for love

Wednesday, May 17th, 2006

- : kebutuhan kedua manusia setelah makanan dan minuman
+ : cinta dan kasih sayang
- : wueleh
+ : jangan ngeres dulu, dari lo kecil, tanggung, sampai dewasa, lo gak bisa jauh2 dari yang namanya cinta dan kasih sayang. Begitu lo menjauhkan diri dari itu, baik sebagai pelaku maupun korban, lo pasti jadi anomali. Minimal lo musti ada dalam lingkungan dimana lo bisa di terima apa adanya. Penerimaan seseorang, apa adanya,  kan juga implementasi dari cinta dan kasih sayang, dalam salah satu segmen.
- : masa’ sih?
+ : lo bakal lebih membutuhkan cinta dan kasih sayang nanti.  Setelah lo tua renta dan tidak berdaya, cuma cinta dan kasih sayang orang2 terdekat lo yang memampukan mereka merawat dan memperhatikan kesejahteraan lo yang sudah tua, jelek, lemah, doyan ngompol dan bau nanti. Makanya, dari sekarang, banyak2 lah menabur kasih sayang, supaya tua nanti lo tidak end up kesepian di panti jompo.

Relativity

Wednesday, May 17th, 2006

- : Waras
+ : siapa?
- : gua
+ : kata siapa?
- : gua, gw yakin orang2 laen juga bilang gitu.
+ : hehe, Jadi, lo waras kalo orang2 laen bilang elo itu waras, gitu kan?
- : Tentyu nye.
+ : Hehe, kalo lo waras ato kagak itu ditentukan orang laen, kapan lo sendiri, pribadi, personally, internally  bisa pasti kan, lo itu sebenernya waras ato kagak? Kalo lo merasa waras, tapi orang laen bilang sebaliknya, lo mau gimana?

La guerre, la guerre…

Wednesday, May 17th, 2006

- : dunia ini lautan manusia2 dengan hati gelisah.
+ : betul.
- : blessed are they,  yang rela mengesampingkan kegelisahan hatinya sendiri, dan merelakan dirinya menjadi tempat dimana hati2 yang gelisah lain nya mendapatkan sedikit penghiburan.

Feed the monkey

Friday, May 5th, 2006

+ : Lebih keren orang yang gak pinter2 amat tapi rela di repot-i, yang concern sama apa yang di alami orang

lain walau lebih sering gak tau solusi atau gimana caranya mbantu, daripada yang punya kemampuan lebih tapi

baru turun tangan kalo disitu ada kontribusi positip buat kepentingan dia pribadi.

- : gitu?

+ : Kalo you jenius tapi tidak punya empati untuk sesama, percuma. You berarti manusia yang socially mandul.

Mending you tinggal di puncak gunung sendirian. Humanity tidak butuh manusia macem gitu. Malu sama kera, kera yang kapasitas otaknya jauh lebih kecil dari you aja bisa saling bantu cariin kutu  tetangganya tanpa diminta.