Archive for April, 2006

Runaway Train

Tuesday, April 18th, 2006

+: kunci sukses , man?
-: lagi? ga bosen2 nya?
+: siapa sih yang ga pengen sukses, apalagi hari gini
-: usaha, kerja keras,kecerdasan?
+: itu mah gw dah tau
-: adalagi, yang lumayan penting
+: apa tuh?
-: kacamata kuda
+: weks?
-: istilah keren nya fokus. Ini perlu, karena kalo lo tidak menganggap bahwa apa yang lo sekarang usahakan sebagai satu2 nya yang paling penting di muka bumi ini, gimana lo bisa sukses? paling banter cuma jadi sedikit lebih baik dari yang lain2. Nah, in order to be successfull, semua hal2 lain musti jadi nomor 2 setelah apa yang mau lo sukses-in itu, baik itu karir, bisnis, dll.
+: tapi kan banyak contoh tuh man, orang2 yang bisa sukses dalam beberapa hal sekaligus, karir, bisnis maupun keluarga.
-: yang namanya human beings, itu tidak bisa fokus pada beberapa hal dalam waktu yang bersamaan, man. Musti ada itu yang namanya prioritas, musti ada beberapa faktor yang "dikalahkan" supaya yang satu itu bisa di utamakan dan si manusia itu musti bisa mengerahkan faktor2 lain di sekelilingnya, supaya bisa jadi pendukung dalam mengejar yang di  utamakan. Mana bisa pria berkeluarga sukses ngurus bisnis ato karir kalo tidak punya istri yang pintar ngurus rumah?
+: ooooooooooo
-: trus satu lagi
+: ape?
-: kacamata kuda itu  juga will come in handy, begitu lo udah mencapai apa yang disebut "puncak kesuksesan"
+: gimana tuh?
-: yang bisa diterima umum sebagai indikasi kesuksesan itu kan adalah yang materil, nah, gimana mungkin lo enjoy materi hasil jerih payah lo itu, kalo setiap saat lo diingetin bahwa disekeliling lo masih terlalu banyak orang susah? Nah, supaya kesuksesan itu bisa lebih dinikmati, kacamata kuda musti terus dipasang, supaya lo tidak jadi terlalu terganggu oleh kondisi sekitar yang mungkin mengakibatkan ketidak nyamanan lo. Itu kenapa, ini agak menyimpang dikit, untuk membantu kostumer2 nya dalam menikmati apa yang layak mereka nikmati, pengelola resort, hotel dan tempat2 hiburan lain yang biasa dihubungkan dengan kemewahan dan kenyamanan berusaha sedapat mungkin agar di lingkungan mereka tidak ditemui hal2 yang bisa mengingatkan kostumer mereka akan adanya realita orang lain yang tidak mengenakkan diluar yang sedang mereka nikmati, atau bahasa kerennya "realm of orang susah".
+: Lha, kalo berhasil membantu orang lain memperbaiki taraf hidup, apa itu bukannya sukses juga bro? guru2 yang anak didiknya bisa "jadi orang", Romo Mangunwijaya yang membantu penghuni2 di pinggir kali memperoleh penghidupan yang layak? Bunda Theresa yang bisa membangun pelayanan kesehatan bagi anggota2 kasta terendah di kalkutta? walaupun mereka tidak bisa menikmati kemewahan sebagai hasil jerih payah, tapi apa yang mereka lakukan ada buahnya.
-: Apa you mau sukses yang kayak gitu?

Kuda Lumping

Tuesday, April 18th, 2006

+: ada sekretaris ga punya kerjaan minta dibikinin blog, men, katanya yang menghibur dan memberi semangat
-: hehe,  yang menghibur dan memberi semangat?
+: iya
-: setau gua ya ngopi.

Wild Horses

Monday, April 17th, 2006
- : another night, bro+ : ampir waktunya tidur- : "to sleep perchance to dream", tempat di mana lo punya kesempatan bisa dapat yang dunia tidak bisa tawarkan, dunia yang isinya lebih banyak yang palsu. Dunia tempat orang makan orang, dimana orang2 yang gila harta, pangkat, jabatan bisa seenaknya injak2 orang lain, supaya posisi mereka sendiri aman, orang2 yang dipercaya mewakili orang banyak tapi entah darimana bisa dapet ide bahwa kenikmatan lebih dari kebanyakan yang mereka wakili adalah hak asasi mereka, dunia dimana tidak apa2 orang lain jadi korban selama lo bisa menjamin posisi lo dalam kategori orang bisa hidup senang diantara sekian banyak orang susah, dimana seniman2 yang mustinya punya hati nurani lebih bersih tapi terpaksa menjajakan karya kayak barang dagangan agar tidak kehilangan kenyamanan lebih yang menurut mereka mutlak perlu supaya mereka tetap lancar berkarya. Dunia dimana kitatidak bisa jadi diri sendiri karena tiap hari kita di bombardir iklan2 produk pembalut wanita sampai mobil paling baru, dunia dimana yang kebanyakan kita perbuat adalah cuma bereaksi atas kebutuhan atau tekanan dari kiri kanan. Dunia dimana item dibikin abu2 supaya lo bisa dapet lebih dari klien. Dunia dimana yang semestinya adalah kerja bersama dibikin jadi persaingan.  Dunia dimana bahkan isi kepala lo sendiri adalah produk orang lain, dimana kita hampir2 tidak bisa berpikir mandiri tentang mana yang benar dan tidak, karena yang ada dipikiran kita adalah omongan ulama2 dan pemuka2 agama yang bilang kalo lo kaga melakukan seperti yg mereka bilang, nasib lo di akhirat nanti bakal lebih jelek daripada nasib lo sekarang. Padahal yang mereka sendiri kerjain cuma nambah gendut perut2 mereka sendiri. Dunia dimana bahkan lo udah mendoktrin bakal keturunan lo jauh dari sebelum mereka lahir bahwa materi itu menjamin kenyamanan rohani. Dunia dimana...+ : Cukup bro, points seen. Dan pelarian satu2nya cuma mimpi indah waktu tidur?- : itupun belum tentu datang.+ : Walah. So, see you tomorrow, bro?- : We'll see.

Push push

Thursday, April 6th, 2006

- : geser persepsi, bro?
+ : kadang2 perlu. Soalnya sering kali kita  jadi tidak tau menempatkan diri dan bersikap yang tepat dalam konteks, yaitu dimana kita berada, gara2 cara pandang, persepsi,  yang kita pakai, ttg  sesama, lingkungan dan kondisi.
- : Wah, kalo gitu, kalo kita sering ada gesekan2 antara kita dgn lingkungan bisa jadi indikasi kalo ada yang kurang tepat dalam persepsi kita, ttg kita memandang diri kita dan lingkungan?
+: Salah satunya itu, walau tidak selalu begitu.
-: Lantas jadinya perlu kita update, atau bahasa ente, geser persepsi yang selama ini kita pakai. seberapa jauh perlu kita geser2 persepsi?
+: Tergantung, dan kemana kita geser persepsi kita itu sering kali tidak ada yang memandu, sering kali juga kejadian persepsi kita malah disetel pihak lain tanpa kita sadari, ini bahaya buat kita sendiri. Kita jadi kehilangan kemandirian berpikir. Kebiasaan "teliti sebelum membeli" itu bagus dan bisa di berlaku juga untuk urusan beginian. Berhati-hati dan selalu kritis dalam menelaah informasi yang kita terima, sebelum mereka jadi bagian dari pemikiran dan persepsi kita.
-: Nah, gw tangkep kayaknya tidak ada batasan yang jelas untuk menentukan mana persepsi yang benar dan tidak benar. Lo bilang, terlalu sering kita tidak bisa membedakan mana yang benar dan tidak benar, tapi lo gak bilang semua macam persepsi adalah baik untuk di pegang. Kalo gitu, gimana kita bisa geser2 persepsi tapi tidak liar, bung?
+: Semua musti ada pondasinya. Seperti lo bilang, mana yg benar dan tidak benar itu seringkali agak sulit untuk ditentukan. Dan berdasarkan fakta bahwa kita punya tetangga, dan kenyataan kalo "kebaikan umum" itu timbul dari kemampuan memperkecil konflik dalam interaksi sosial, kalo menurut gw jadinya adalah pada menempatkan penghargaan kepada sesama manusia di level yang setinggi mungkin. Penghargaan atas orang lain yang setingkat dengan penghargaan atas diri sendiri tanpa melanggar integritas diri sendiri, kayak nya bisa jadi pondasi yang bagus bagi kita dalam me-reform persepsi.
-: tumben mikir agak lempeng bro, apa abis ‘nggeser persepsi sendiri?
+: hehe. Ada waktunya persepsi musti di geser kalau tidak mau jadi "miring", man. Dan dimana2, manusia yang "moderat" itu bisa lebih banyak tersenyum daripada yang "fanatik"

When it’s love

Tuesday, April 4th, 2006
- : gimana taunya tuh man, true love?+ : kayaknya, itu kalo jij bisa mencium bibir seorang perempuan, bukancuma karena lust lagi, tapi karena jij sadari benar, bahwa yang sedang berhadapan dengan jij adalah dimana hati jij bisa temukan keindahan dan kedamaian.