Weapons of choice
Tuesday, February 28th, 2006- :”indikator kesuksesan seseorang itu apa sih man?
+ :”kalo indikator sukses dalam balap kuda apa?”
- :”kuda mana yang keliatan melampaui garis finish duluan, trus kaitannya”
+ :”deket, berarti yang namanya indikator itu musti bisa di indera orang lain, objektif. Kalo contoh kita sekolah di SD dulu, yang tidak bisa keliatan pun, di usahakan untuk bisa dilihat agar bisa, yaitu dengan tes2 yang nilainya di cantumkan pada raport yang bisa diliat dan skala nya bisa diraba”
- :”trus?”
+ :”nah, indikator kesuksesan seseorang, secara umum dari berbagai bidang, berarti harus bersifat material, karena hanya yang material-lah yang bisa secara objektif di indera oleh orang2 lain. Nah, regardless dibidang apa orang itu berlaga, berarti indikator kesuksesannya adalah pada bila orang tersebut mampu mengakuisisi benda2 yang secara kualitas dan kuantitas melebihi yang mampu dimiliki oleh orang lain.
- :”kalo juara olimpiade, kan bisa dibilang sukses juga man, dibidangnya?”
+ :”kalo ente pemegang gelar, katakan lah, juara tinju nasional, tapi ente melarat, apakah ente secara umum bisa dibilang sukses?”
- :”OK lah, tapi bisa memiliki kesenangan yang didalam, bukannya sukses juga? kebahagiaan itu kan komoditi yang juga tidak bisa di miliki semua orang. indikatornya juga bisa material, seberapa mudah orang itu bisa tersenyum. betul kan?”
+ :”yang ada didalam orang itu terlalu subjektif utk bisa di jadikan indikator yg bisa diterima khalayak man. Tidak sahih. lagipula, bagaimana ente meyakinkan, bahwa orang yang sering senyum2 itu adalah orang yang berbahagia?”
